Potensi Sumber Daya Alam Kota Dumai
  1.  Potensi Sumber Daya Lahan

    1. Potensi Kawasan Lindung
    Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan denga fungsi  utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa, guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. Penetapan kawasan lindung ini bertujuan untuk mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup, dan mengacu kepada Kepres No.32 Tahun 1990 yang mengatur ketentuan-ketentuan mengenai pengelolaan kawasan lindung. Pemanfaatan lahan untuk kegiatan perekonomian perlu mengikuti azas pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dalam rangka melaksanakan hal tersebut, Kota Dumai telah memilih kawasan lindung (Bappeko Dumai, 2007). Kawasan tersebut adalah sebagai berikut :

    - Rencana Pengembangan Lahan
    Rencana pengembangan lahan Kota dumai berdasarkan revisi RTRW Kota Dumai Tahun 2007 dan rincian rencana pengembangan lahan setiap kecamatan (Luas kawasan dihitung serta digital berdasarkan peta Digital RTRW Kota Dumai ).
    Perkembangan luas tanaman pangan yang cukup tinggi adalah padi, sawah dari 219 Ha pada tahun 2005 menjadi 2.914 Ha pada tahun 2007. Selanjutnya adalah luas tanaman kacang hijau dari 58 Ha pada tahun 2005 meningkat menjadi 120 Ha pada tahun 2007, sedangkan luas tanaman pangan yang menurut luasnya adalah tanaman kacang kedelai, dari 22 Ha pada tahun 2005 menjadi 9 Ha tahun 2007.

    2. Perkebunan
    Produksi  komoditas perkebunan di Kota Dumai saat ini masih berbentuk bahan baku sehingga jenis produk dari komoditas perkebunan yang di pasarkan oleh patani saat ini untuk kelapa sawit berupa tandan buah segar (TBS), karet ojol, kelapa berupa butiran dan pinang berupa biji kering .

    3. Kehutanan
    Luas areal hutan, dan fungsinya ditetapkan melalui kegiatan penatagunaan hutan ,yakni berdasarkan : TGHK(Tata Guna Hutan Kesepakatan) Provinsi Riau, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP), Peta Padu Serasi Antara RTRWP dengan TGHK.

     

  2.  SDA Sektor Pertanian, Perkebunan, Perkebunan dan Kehutanan

    1. Pertanian
    Pada hamparan wilayah Kota Dumai ini terdapat 2 (dua) kelompok atau golongan tanah, yaitu : pertama Janis tanah Typic Tropaquepts atau Fluvisol Gleik and jenis kedua adalah Hydric Trophemis atau Humic Histosol. Pembentukan kedua jenis tanah ini tidak lepas dari adanya bentukan lapisan tanah gambut, yang secara  histories menjada lapisan tanah dominan di seluruh wilyah kota Dumai . dari beberapa penelitian mengenai karakteristik tanah gambut di wilayah ini menunjukkan bahwa tanah gambut ini memiliki kedalaman hingga 3 m dan rata-rata kedalaman 0,5 m.
    Apabila dilakukan pengamatan secara komprehensif dengan didasari karakteristik tanah gambut yang di miliki dan elevansi wilayah rata-rata yang berkisar 2 meter di atas permukaan laut, maka pada hakikatnya kemampuan lahan di Kota Dumai berada pada tingkat kemampuan yang masih rendah sampai sedang yang masih memungkinkan untuk digunakan sebagai lahan pertanian dan perkebunan.
    Lahan pertanian di Kota Dumai antara lain dipakai untuk persawahan, kebun kelapa, perladangan, perkebunan tebu , sayur-sayuran , palawija dan untuk daerah perikanan darat. Pemanfaatan lahan untuk tanaman fungsi pangan seperti padi, jagung, ubi kayu, kacang tanah dan lain-lain.

     

  3. SDA Sektor Peternakan, Perikanan, dan Kelautan

    1. Peternakan
    Potensi  peternakan di kota Dumai mempunyai peluang baik untuk dikenbangkan, karena pemerintah telah memiliki sarana di bidang peternakan yaitu berupa rumah potong hewan modern dan kawasan pengembangannya seluas 25 Ha, pusat pembibitan ternak dan pusat kaji terap di Sri Pulau 100 Ha (baru digarap 10 Ha), unit pos pelayanan hewan, dan tempat pemotongan hewan (Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Dumai, 2007)

    2. Perikanan dan Kelautan
    Berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Dumai, alokasi untuk kegiatan budidaya air tawar seluas ± 225 Ha yang tersebar di wilayah Kecamatan Bukit Kapur dan Kecamatan Dumai Barat dengan luas lahan yang telah dimanfaatkan 78 Ha (34,7%). Hasil kajian ilmiah tentang lahan layak usaha budidaya air payau yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat ± 2.300 Ha  lahan di Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan yang berpotensi untuk dikembangkan. Total luas lahan yang termanfaatkan di Basilam Baru adalah ± 117 Ha, dimana yang diusahakan masyarakat adalah ±33 Ha, diusahakan Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Dumai ± 4 Ha ,dan ± 80 Ha oleh Pihak Swasta (Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Dumai, 2007)

  4.  Taman wisata Alam

    Ada 2 taman wisata alam yang ada di Kota Dumai, yaitu di Kelurahan Bukit Timah, Bukit Datuk dan Bagan Besar dan Kelurahan Gurun Panjang, Bagan Besar , Tanjung Palas dan Mundam. Luas total taman wisata alam yang ada di kota Dumai adalah seluas 4.010,42 Ha. Taman wisata alam yang ada di Kelurahan Bukit Timah , Bukit Datuk dan Bagan Besar sebagian digunakan untuk lapangan golf sedangkan yang terdapat di Kelurahan Gurun Panjang, Bagan  Besar, Tanjung Palas dan Mundam masih asri.
    Kawasan wisata sejarah yang ada berupa makam leluhur di jalan Datuk Laksamana dan makam Putri Tujuh di belakang Kilang Minyak Putri Tujuh. Wisata budaya yang dapat dikembangkan adalah tarian Lancang Kuning sebagai tarian tradisional masyarakat Kota Dumai. Untuk wisata ilmu pengetahuan, bekas kawasan penambangan minyak dan gas bumi yang sudah tidak dapat digunakan lagi dan dapat digunakan sebagai kawasan wisata.

    1. Kawasan Wisata Pantai Kawasan wisata pantai yang terdapat di Kota Dumai adalah Pantai Wisata Teluk Makmur yang terletak di Kecamatan Medang Kampai. Luas kawasan wisata Pantai Teluk Makmur adalah ± 60 Ha.

Posting Popular
Error: Cannot create object