Transportasi Kota Dumai
  1.  Transportasi Darat

    Jalan di dumai sudah mencapai ke berbagai daerah dengan panjang total 944.624 km. pelayanan angkutan darat di kota Dumai dapat dibedakan menjadi 2(dua) jenis pelayanan yaitu, pelayanan angkutan regional dan kota. Besarnya angkutan regional dan kota semakin meningkat berkaitan dengan perkembangan – perkembangan yang terjadi di dalam maupun diluar kota Dumai. Perkembangan sector trasportasi akan mampu meningkatkan pendapatan daerah dan memecu perkembangan daerah yang terisolasi. Potensi  angkutan local erat kaitannya dengan jumlah dan sebaran penduduk serta kegiatan-kegiatan harinya, sedangkan potensi regional erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi baik di dalam maupun di luar kota Dumai.
    Pola jalur pelayanan engkutan regional saat ini terutama melayani hubungan antara Dumai pekanbaru dengan kota-kota lain di povinsi Riau. Serta kota-kota lain diluar provinsi (pergerakan antara povinsi) . Pertumbuhan Dumai yang pesat sebagai kota pelabuhan serta perkembangan yang terjada diwilayah hinterland – nya (perkebunan dan pabrik pengolah kelapa sawit) merupakan poyensi angkutan yang perlu diperhatikan dalam perkembangan system trasportasi angkutan regional dan local Dumai.

    Dengan kedudukan sebagai pusat koleksi dan distribusi, tingkat aksesibilitas Kota Dumai terhadap kota-kota di provinsi lain di pulau Sumatera sudah cukup baik . hal ini dapet di tunjukkan dengan banyaknya trayek angkutan umum regional dari dan kekota Dumai. Pelayanan angkutan regional padaumumnya dilayani dengan bus dan mini bus (Bappeko Dumai,2007).
    Pergerakan penumpang menggunakan angkutan darat di kota Dumai yaitu dengan menggunakan jenis moda bus. Pergerakan terbesar adalah pergarakan internal riau, dengan tujuan Pekanbaru,Bagan siapi-api,Bagan Batu dan Kubu yaitu sebesar 38%. Selanjutnya pergerakan ke Sumatera bagian utara,dengan tujuan Padang Sidempuan , Panti, Sibolga, dan Medan yaitu sebesar 33%. Selanjutnya pergerakan ke Sumatera bagian Barat ,dengan tujuan bukit tinggi, Batu sangkar ,Solok ,Sungai penuh ,Padang , pariaman dan pasaman yaitu sebesar 22% . Kemudian 2% pergerakan menuju Palembang ,Sumatra bagian selata dan 5% pergerakan menuju ke pulau jawa , antaralain Jakarta , Yogyakarta, Solo, Surabaya ,dan Pacitan.

  2.  Transportasi Laut

    Pelabuhan Laut Dumai merupakan pelabuhan vital dalam sistem trasportasi di riau. Adapun kegiatan di pelabuhan ini pada umumnya mencakup kegiatan akspor CPO, Minyak bumi , ekspor hasil minyak bumidan distribusi selain itu juga kegiatan penumpang.Prasarana trasportasi laut terdiri dari pelabuhan Internasional dan penyerberangan . Pelabuhan Internasional yang dikelola oleh PT(Perseo) Pelabuhan Indonesia (Bappeko Dumai,2006). Karakteristik  pelabuhan Samudera Kota Dumai adalah seperti table 2.1
    Pelabuhan penyeberangan  ferry dan speed boat di kota Dumai melayani pergerakan regional maupun Internasional. Pergerakan regional menuju bengkalis,Sungai pakning, Tanjungbalai Karimun ,dan Batam.Pelabuhan tersebut juga melayani pergerakan Intrnasional menuju Malaysia dengan menggunakan kapal ferry cepat. Salah satu aspek yang menonjol,fungsi utama Kota Dumai adalah sabagai Kota pelabuhan utama di riau, bahwa di pulau Sumatera . Pelabuhan  Dumai berperan sebagai tempat distribusi dan koleksi untuk minyak mentah, CPO dan turunannya  , serta hasil-hasil bumi  lainnya . Jenis minyak mentah yang diangkut berupa LSWR,NAPTHA, jet petroleum dan coke. Negara-negara tujuan ekspor adalah  India, USA, Cina , Singapura , Malaysia(Bappeko Dumai,2007)

  3. Transportasi Udara

    Kota Dumai memiliki satu pelabuhan udara milik PT pertamina yang bernama pinang kampai. Pelabuhan ini disinggahi oleh pesawat carteran baik oleh pertamina, PT.CPI,dan Riau Air Lines (RAL). Pesawat certeran pertamina menjalani rute Jakarta Dumai (PP) dengan frekuensi 6 kali\bulan menggunakan pesawat jenis F- 28, sedangkan pesawat carteran  PT.CPI juga menjalani rute yang sama dengan frekuensi yang lebih tinggi yaitu 25 kali/ bulan menggunakan pesawat jenis F-100.

Posting Popular
Error: Cannot create object